Breaking News

Ini Doa Hari ke 15 Ramadhan, Lengkap dengan Keutamannya

Jakarta, MimbarBangsa.co.id – Puasa Ramadhan 2023 telah memasuki malam ke 15. Ada banyak keutamaan yang bisa dipanjatkan saat memasuki malam ke 15. Ini doa hari ke 15 bulan Ramadhan.

Telah masuk ke pertengahan bulan Ramadhan, banyak orang berlomba-lomba melakukan kebaikan. Salah satunya dengan beribadah sholat tarawih dan memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Doa Hari ke 15 Bulan Ramadhan 
Allah SWT memberikan keistimewaan pada setiap malam di bulan Ramadhan, salah satunya pada malam ke-15. Ini karena telah mendekati waktu-waktu 10 hari akhir Ramadhan. Menurut ulama Buya Yahya, para ulama pada setiap malam 10 terakhir Ramadhan akan lebih meningkatkan ibadahnya, terutama pada tanggal ganjil. Seperti pada malam 21, 23, 25, 27 dan 29. Untuk itu, ini doa hari ke 15 bulan Ramadhan.

Arab Latin: Allâhummar zuqnî fîhi thâ’atal khâsyi’în wasyrah fîhi shadrî bi inâbatil mukhbitîn biamânika yâ amânal khâifîn.

Artinya : Ya Allah, Mohon anugerahkan padaku di bulan ini dengan ketaatan orang-orang yang khusyu serta lapangkanlah dadaku dan dengan taubat orang-orang yang rendah diri. Dengan kekuatan-Mu. Wahai tempat berlindung bagi orang-orang yang ketakutan.

Keutamaan Sholat Tarawih Pada Malam ke-15
Memasuki malam ke-15 bulan Ramadhan, ada keutamaan atau fadhilah di dalamnya yakni, malaikat akan memintakan ampun pada dosa-dosa kalian kepada Allah.

Pada malam yang ke-15, para Malaikat dan para Malaikat penyangga Arasy dan para Malaikat penjaga kursi kerajaan langit pada memintakan ampunan pada orang yang sholat tarawih.

Selain itu, ketika sudah menjelang 10 hari terakhir di bulan Ramadhan bisa melakukan iktikaf. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online iktikaf adalah diam beberapa waktu di dalam masjid sebagai suatu ibadah dengan syarat-syarat tertentu (sambil menjauhkan pikiran dari keduniaan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.)

Keutamaan Iktikaf
Menjalankan iktikaf ke masjid perlu dengan keikhlasan kepada Allah SWT dengan niat untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Bisa dengan membaca Al-Qur’an dan membaca doa malam lailatul qadar. Pelaksanaan iktikaf tertuang dalam suatu riwayat yang berbunyi :

“Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beriktikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beriktikaf setelah beliau wafat. Muttafaqun ‘alaih.” (HR Bukhari dan Muslim).

Ini keutamaan iktikaf ke masjid pada malam-malam akhir Ramadhan.

1. Dijauhkan dari Api Neraka
Melakukan iktikaf dengan khusuk di masjid akan dijauhkan dari api neraka. Hal ini tertuang di hadis berikut :

“Barangsiapa beritikaf satu hari karena mengharap keridhaan Allah, Allah akan menjadikan jarak antara dirinya dan api neraka sejauh tiga parit, setiap parit sejauh jarak timur dan barat”. (HR. Thabrani dan Baihaqi)

2. Menggapai Malam Lailatul Qadar
Melakukan ibadah iktikaf kepada Allah SWT memiliki tujuan yang mulia untuk menggapai malam lailatul qadar. Meski terjadinya malam lailatul qadar merupakan rahasia Allah SWT, namun tak ada salahnya melakukan iktikaf untuk menggapai lailatul qadar dimana malam lebih baik dari seribu bulan.

3. Mengevaluasi Diri
Dengan melakukan iktikaf ke masjid, niat ibadah dengan khusuk kepada Allah SWT akan teringat dengan dosa-dosa yang telah diperbuat. Ini menjadi bentuk refleksi diri dan introspeksi agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi di kemudian hari. Ketika beribadah dengan khusuk untuk berharap rida Allah SWT maka hidup juga akan diberkahi oleh-Nya.

 

© Copyright 2024 - HARIAN NIAS - PUSAT BERITA KEPULAUAN NIAS